Rabu, 12 Juni 2013
TAMAN SARI
TAMAN SARI
Taman sari yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1757 ini merupakan hasil karya bergaya arsitektur baru yang merupakan campuran Jawa dan Portugis. Pada mulanya Taman sari adalah taman air yang indah dan menawan yang kadang disebut juga Segaran (dalam bahasa Jawa berarti Laut buatan). Dahulu kala, setiap kali Sultan mengunjungi Taman tersebut, beliau akan mendayung perahu pribadinya melewati jembatan gantung yang disebut “Kreteg Gantung” yang letaknya di depan gerbang Kraton, ke selatan atau ke Utara Kemandungan. Bagian lain dari bangunan yang dulu terhubung dengan jembatan yang masih dapat dilihat.
Pada bagian dalam taman ini selain terdapat transportasi air terdapat juga jalan bawah tanah atau terowongan dari kraton menuju salah satu bangunan di taman yang disebut Pasarean Ledok Sari, yakni tempat peraduan dan tempat pribadi Sultan. Juga terdapat Sumur Gumuling, yaitu bangunan bertingkat dua dengan bagian bawahnya terletak dibagian bawah tanah. Di masa lampau, bangunan ini merupakan surau tempat Sultan melakukan peribadatan yang dapat dicapai melalui salah satu lorong bawah tanah yang ada di komplek taman.
Selain itu, masih banyak terdapat lorong bawah tanah, yang dulunya dipakai sebagai jalan penyelamatan apabila sewaktu-waktu komplek ini mendapat serangan musuh. Di salah satu bagian ada bagian yang disebut Pulau Kenanga karena di halaman depan gedung tumbuh pohon kenanga (Canangium Odoratun). Bunga kenanga ini menebarkan bau harum ke seluruh bagian taman.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar